Lewati ke konten utama
Komisi Nasional Haji Republik Indonesia
Pengawasan Penyelenggaraan Haji

Mengawasi Pelayanan dari Tanah Air hingga Tanah Suci

Komnas Haji memantau kualitas layanan jemaah pada empat area utama, mendokumentasikan temuan, dan menyusun rekomendasi perbaikan.

Area & Fokus Pemantauan

Total 4 fokus area

  • 01

    Transportasi

    Pemantauan transportasi jemaah selama penyelenggaraan haji.

    Pemantauan aktif26 wilayah

    Cakupan pemantauan82%

    Indikator

    • Ketepatan jadwal keberangkatan84%

    • Kelayakan armada79%

    • Koordinasi petugas kloter80%

    • Kesiapan layanan jemaah lansia76%

    Temuan utama

    • Kepadatan arus keberangkatan pada jam puncak di beberapa titik penjemputan.
    • Sebagian armada berusia lebih dari batas usia layak operasional.
    • Komunikasi pengemudi dan petugas kloter belum seragam antar wilayah.
  • 02

    Akomodasi

    Evaluasi kelayakan dan kualitas akomodasi jemaah.

    Evaluasi berjalan148 titik akomodasi

    Cakupan pemantauan74%

    Indikator

    • Kelayakan kamar dan sanitasi78%

    • Jarak ke lokasi ibadah72%

    • Aksesibilitas jemaah lansia70%

    • Pelayanan petugas akomodasi75%

    Temuan utama

    • Sebagian kamar tidak memenuhi standar kenyamanan untuk hunian bersama.
    • Aksesibilitas bagi jemaah berkursi roda masih terbatas pada titik tertentu.
    • Perlu penyeragaman standar pemeliharaan kebersihan antar titik akomodasi.
  • 03

    Konsumsi

    Pengawasan kualitas serta distribusi konsumsi.

    Pemantauan aktif12 dapur penyedia

    Cakupan pemantauan68%

    Indikator

    • Kebersihan dapur penyedia74%

    • Ketepatan waktu distribusi71%

    • Variasi dan kualitas menu66%

    • Kesesuaian porsi70%

    Temuan utama

    • Distribusi konsumsi terlambat pada beberapa jadwal perjalanan panjang.
    • Variasi menu perlu disesuaikan dengan preferensi jemaah lanjut usia.
    • Perlu penguatan pengawasan rantai kebersihan di dapur penyedia.
  • 04

    Pelayanan Kesehatan

    Pemantauan kesiapan dan pelayanan kesehatan jemaah.

    Evaluasi berjalan34 pos kesehatan

    Cakupan pemantauan79%

    Indikator

    • Kesiapan pos kesehatan82%

    • Ketersediaan obat dan alat78%

    • Respons penanganan darurat80%

    • Pendampingan jemaah risiko tinggi75%

    Temuan utama

    • Distribusi petugas kesehatan belum merata pada seluruh kloter.
    • Ketersediaan obat tertentu perlu penambahan stok cadangan.
    • Pendampingan jemaah risiko tinggi perlu didokumentasikan lebih rapi.

Metode

Bagaimana Pengawasan Dilakukan

  • Pemantauan Lapangan

    Kunjungan langsung ke titik layanan jemaah di dalam dan luar negeri.

  • Telaah Dokumen & Data

    Pemeriksaan laporan penyelenggara serta data pengaduan yang masuk.

  • Penyerapan Aspirasi

    Dialog dengan jemaah, keluarga, dan petugas untuk menghimpun masukan.

  • 3

    Pengaduan Diterima

  • 2

    Pengaduan Ditindaklanjuti

  • 3

    Rekomendasi Diterbitkan

Transparansi Publik

Pengawasan dalam Angka

Ringkasan aktivitas pengawasan dan pelayanan publik Komnas Haji.

  • 3

    Pengaduan Diterima

  • 2

    Pengaduan Ditindaklanjuti

  • 3

    Rekomendasi Diterbitkan